You are currently browsing the monthly archive for August, 2008.

Allah swt menekankan hamba-Nya untuk shalat berjamaah. Dalam firman-Nya “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukulah bersama orang-orang yang ruku”.Perintah Allah tersebut bukan hanya mendirikan shalat, tapi juga perintah shalat berjamaah dengan sarana masjid.

Allah memberikan perumpamaan bagi yang datang ke masjid lebih awal, sebelum adzan berkumandang, dengan matahari. Bagi yang menuju ke masjid dalam keadaan adzan dengan bulan, dan yang datang ke masjid setelah adzan dengan bintang. Jika dilihat dari segi cahayanya, tentu sinar matahari lebih bercahaya dari pada bulan atau bintang. Namun, tak sedikit yang menyadarinya sehingga nyaman shalat sendiri. Enggan melangkahkan kaki ke masjid bisa jadi karena penyakit malas. Malas menanggalkan aktivitas yang dirasa lebih penting. Malas kelihatan hebat, bisa menaklukan jutaan orang. Padahal malas tak ubahnya seperti tripleks yang musah rapuh kena hujan dan panas, serta mudah didobrak.

Malas hanya dapat dikalahkan dengan melawannya. Ingat, dobrakan itu hanya di awal saja. Pada awal mungkin kita merasa kesulitan pergi ke masjid, tetapi setelah satu kaki dilangkahkan itu awal keberhasilan manaklukan malas. Begituhalnya ketika adzan berkumandang dalam keadaan bekerja. Keinginan untuk meneruskan pekerjaan begitu menggebu. Terasa sayang jika harus dijeda. Namun, jika seketika kita sanggup menghentikannya, kita telah berhasil memenuhi panggilan-Nya.

Penyebab lain, karena tidak tahu keutamaan berjamaah. Padahaldengan berjamaah akan terjalin keharmonisan, tersadarkan akan eksistensi sebagai hamba. Ketika dalam shaf yang sama bersama hamba Allah yang lain, dengan niat, tujuan yang disembah sama. Dengan begitu semakin sadar akan hamba Allah. Bila mau hitung-hitungan pahala, pahala berjamaah dua puluh tujuh derajat lebih besar daripada shalat sendiri. Subhanallah.

Untuk itu saudaraku, mari kita prioritaskan shalat berjamaah di masjid dengan tepat waktu. Jangan manjakan diri dengan kemalasan karena sesungguhnya malas itu datangnya dari setan yang sekali terkelabui, terjerat selamanya. Wallahu a`lam bishshawab.

Sumber : Sakinah Buletin Keluarga, Edisi : No. 174/Th IV/ Februari 2006 M/ Muharam 1427 H