You are currently browsing the monthly archive for February, 2009.
Buku 7 KEMUKJIZATAN SASTRA DAN BAHASA ALQURAN
Alquran tidak boleh disebut sebagai syair atau puisi, meskipun berirama. Para ahli menyepakati bahwa Alquran adalah prosa berirama dan mempunyai rima. Namun kemukjizatannya tidak hanya sekadar soal itu, karena kekuatan mukjizat Alquran yang sesungguhnya justru terdapat pada ketinggian bahasanya. Inilah yang membuat orang Quraisy –yang pada zamannya dikenal sebagai gudangnya penyair dan sastrawan- tak mampu menandingi, meskipun hanya satu ayat saja.
Buku 7 Kemukjizatan Sastra dan Bahasa Alquran di antaranya membahas:
• Kemukjizatan fonetik Alquran • Kemukjizatan teks Alquran
• Keistimewaan Uslub Alquran • Rahasia huruf “kaf” pada kata “mitsi”
• Rahasia bahasa pada surat Al-Kafirun
• Sekilas pesan Luqman • Keindahan ijaz dan ithnab
• Perbedaan nashib dan kifl • Rahasia dan mukjizat di balik ayat “amal-amal mereka laksana fatamorgana”
• Sentuhan ilmu bayan dalam QS Al-Qiyamah
• Makna huruf-huruf terpisah dalam Alquran • Kedinamisan Alquran
• Keselarasan kata Alquran
• Ancaman Alquran dalam juz ketiga
• Berbagai rahasia tulisan Alquran
• Tanya jawab balaghah dalam Alquran • Perbedaan antara ru’yah dan idrak
• Rahasia kata kerja transitif dalam Alquran
• Rahasia nakirah dan ma’rifat dalam kata salam
• Rahasia di balik bacaan tartil dalam menjelaskan makna dan hukum Alquran
